Tips Membuat Portfolio Online Yang Professional

dotcomforme Tips & Trick 0 Comments

Para pembaca, pernahkah Anda diminta mengirimkan sebuah rangkuman kompilasi hasil karya pekerjaan Anda sebelumnya pada tahap seleksi perekrutan karyawan suatu perusahaan? Atau pernahkah Anda diminta mengirimkan rangkuman tersebut ke calon klien Anda? Jika pernah, tahukah Anda bahwa rangkuman Anda tersebut merupakan salah satu faktor utama penilaian orang lain –baik perusahaan tempat Anda melamar kerja ataupun calon klien Anda— terhadap skill Anda pada bidang masing-masing. Rangkuman tersebut biasanya dijadikan sebagai tolak ukur apakah Anda sesuai dengan kriteria yang dicari oleh pihak-pihak tersebut. Rangkuman tersebut biasa dikenal dengan portfolio.
Portfolio merupakan kumpulan dokumen yang berupa tulisan, gambar, atau hasil karya Anda lainnya yang pernah dikerjakan sebelumnya. Portfolio tersebut dibuat untuk dapat menunjukan hasil karya Anda pada bidang pekerjaan yang Anda lakoni. Dalam membuat portfolio, Anda juga dapat melampirkan poin-poin keterampilan Anda, berbagai penghargaan yang pernah Anda dapatkan, atau hal lain yang masih relevan dengan karya tersebut. Faktanya, portfolio yang baik dapat membuat orang lain memiliki kesan yang baik pula terhadap kualitas diri Anda Saat ini, portfolio online sangat dibutuhkan sebagai bagian dari proses aplikasi suatu pekerjaan. Karena banyak sekali perusahaan yang memilih untuk menyeleksi calon karyawan melalui portfolio yang dimiliki oleh kandidat yang ada. Selain itu, banyak juga calon klien yang mencari tenaga freelancer dan menyeleksinya bahkan hanya melalui portolio yang mereka miliki. Maka dari itu, ini merupakan saat yang tepat untuk mulai membuat image digital Anda dengan membuat portfolio online yang profesional.
Bagi berbagai industri kreatif seperti desain grafis, media sosial, fotografi, blogger, dan advertising, portfolio berfungsi sebagai nilai dari kemampuan yang Anda miliki di bidang tertentu. Misalnya, bila Anda adalah seorang graphic designer, Anda butuh untuk membuat portfolio sebagai tempat untuk mengunggah contoh-contoh desain yang pernah Anda buat, disertai dengan strategi perancangan desain-desain tersebut. Anda juga dapat menyertakan pengalaman Anda saat mengerjakan beberapa project dan impact yang didapat setelah menyelesaikan project tersebut. Mengingat perkembangan dunia digital saat ini, sebaiknya Anda mulai mempertimbangkan untuk membuat portfolio online supaya portfolio Anda menjadi lebih fleksibel dan dapat dilihat oleh banyak orang melalui internet.Apalagi ternyata membuat portfolio online bukan merupakan hal yang sulit. Anda dapat membuatnya pada blog, website, ataupun menggunakan situs lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk menunjukkan karya-karya Anda secara gratis. Portfolio online identik dengan fleksibilitas waktu.
Ketika Anda memiliki portfolio online, Anda dapat dengan mudah menyertakan url portfolio Anda di berbagai akun media sosial atau email saat Anda sedang melamar pekerjaan. Orang lain hanya perlu mengakses url tersebut untuk dapat melihat isi portfolio Anda, kapanpun dan dimanapun. Anda dapat menjadikan portfolio online Anda sebagai aset diri Anda untuk dapat menarik orang lain agar lebih percaya dan yakin dengan hasil kinerja Anda. Kemudian, aspek apa sajakah yang perlu Anda lampirkan untuk dapat membuat portfolio online Anda yang profesional dan terpercaya?

  • Connector.

    Gunakan platform yang sesuai dengan kebutuhan

    Saat ingin membuat portfolio online, Anda memiliki banyak pilihan untuk menentukan platform apa yang akan Anda pakai. Jika Anda merupakan seorang blogger atau photographer, Anda dapat mengunggah portfolio Anda menggunakan platform blogging seperti WordPress, Blogspot, dan Tumblr. Atau, jika Anda merupakan seorang graphic designer, Anda dapat menggunakan situs penyedia layanan portfolio khusus bagi para designer. Seperti, DevianArt, TheUntapped Source, Gallery Today, dan situs lainnya.

  • Connector.

    Lampirkan data diri

    Portfolio Anda adalah tempat dimana Anda dapat mempromosikan diri Anda sebagai seorang profesional dengan berbagai keterampilan yang Anda miliki. Tapi, sebelum itu pastikan Anda memperkenalkan diri Anda terlebih dahulu. Seperti, nama, title, alamat, email, no telp, dan foto Anda.

  • Connector.

    Table of content

    Agar portfolio menjadi lebih terstruktur, ada baiknya Anda melampirkan sebuah daftar pengalaman kerja dan karya Anda, waktu bekerja, dan poin penting lainnya yang perlu disampaikan melalui portfolio tersebut.

  • Connector.

    Lampirkan job description

    Jangan lupa melampirkan deskripsi tugas dan tanggung jawab yang Anda kerjakan secara rinci. Hal ini dapat berpengaruh terhadap penilaian orang lain terhadap pengalaman Anda. Calon perusahaan tempat Anda melamar kerja juga dapat mempertimpangkan apakah job description yang biasa Anda kerjakan tersebut sesuai dengan yang mereka cari atau tidak.

  • Connector.

    Cantumkan sampel pekerjaan Anda

    Ini merupakan bagian yang paling penting dari sebuah portfolio. Setelah Anda sudah cukup menjelaskan diri lewat rangkaian kata, saatnya melampirkan screenshoot atau visual examples dari pekerjaan dan juga hasil karya yang pernah Anda selesaikan sebelumnya. Misalnya, jika Anda seorang photographer, cantumkan beberapa sampel foto terbaik Anda. Atau, jika Anda seorang blogger, lampirkan screenshoot beberapa artikel terbaik Anda yang mendapatkan banyak viewers. Jangan lupa untuk menyertakan penjelasan singkat pada sampel pekerjaan Anda tadi ya!

  • Connector.

    Lampirkan penghargaan yang pernah di raih (optional)

    Melampirkan daftar penghargaan atau prestasi yang pernah Anda raih akan menjadi nilai tambah untuk Anda. Penghargaan ini dapat meliputi award dari beberapa kompetisi ataupun proyek yang pernah Anda selesaikan dalam deadline yang singkat pada hasil yang terbaik.

  • Connector.

    Berikan referensi

    Lampirkan surat referensi dari komunitas, atasan atau perusahaan tempat Anda bekerja sebelumnya juga ya! Surat referensi tersebut dapat menciptakan citra bahwa Anda merupakan seorang yang telah menyelesaikan tanggung jawab dengan baik di tempat bekerja sebelumnya. Jadi, pihak perusahaan yang Anda lamar akan lebih yakin bahwa Anda adalah kandidat yang tepat untuk perusahaan mereka.

  • Connector.

    Tingkatkan kredibilitas online

    Setelah memaksimalkan berbagai aspek terpenting pada portfolio Anda, sekarang saatnya Anda untuk mengimbanginya dengan kredibilitas dan branding online. Gunakan nama domain .com yang dapat mendeskripsikan citra profesional untuk disambungkan dengan portfolio online Anda. Mengapa harus .com? Karena ekstensi domain yang profesional juga menjadi nilai tambah bagi Anda. Orang lain akan lebih mudah mengenali Anda lewat nama domain yang Anda gunakan untuk portfolio online Anda. Entah menggunakan blog, website, ataupun situs-situs khusus pembuatan layanan portfolio online, Anda tetap dapat menggunakan domain .com. Anda hanya perlu me-redirect atau menyinkronisasikan nama domain tersebut ke link portfolio online yang Anda miliki. Selanjutnya, Anda akan terlihat sebagai pribadi profesional dengan branding yang baik pula di dunia digital.

Jadi, tunggu apalagi? Ayo buat portfolio profesional Anda dengan domain .com! Daftarkan nama domain yang Anda inginkan di www.dotcomforme.com